Lengkeng Diamond River

lengkeng-diamond-river

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 35 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1,25 – 1,5 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,5 – 1,75 mtr
Pot Plastik, tinggi tanaman 1 – 1,75 mtr
Drum, tinggi tanaman 2 mtr

Deskripsi

Lengkeng introduksi ini berasal dari Thailand dan sangat cocok untuk dataran rendah. Buah lengkeng berbentuk bulat dengan ukuran kurang lebih sebesar kelereng. Buah ini bergerombol pada malainya. Kulit buahnya berwarna cokelat muda sampai kehitaman dengan permukaan agak berbintil-bintil. Daging buahnya berwarna putih bening clan berair. Rasanya sangat manis dengan aroma harum yang khas. Bijinya berbentuk bulat, terdiri dari dua keping, dan dilapisi kulit biji yang berwarna hitam. Daging bijinya sendiri berwarna putih, mengandung karbohidrat, sedikit minyak, dan saponin.
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.

Lengkeng Aroma Duren

klengkeng-aroma-durian

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 35 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1,25 – 1,5 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,5 – 1,75 mtr
Pot Plastik, tinggi tanaman 1 – 1,75 mtr
Drum, tinggi tanaman 2 mtr

Deskripsi

Lengkeng ini bersal dari Bangkok. Buah lengkeng berbentuk bulat dengan ukuran kurang lebih sebesar kelereng. Buah ini bergerombol pada malainya. Kulit buahnya berwarna cokelat muda dan sedikit ada garis membelah lengkeng dengan permukaan agak berbintil-bintil. Daging buahnya berwarna putih bening dan berair bahkan ada jenis tertentu lapisan dagingnya berlapis tiga. Rasanya sangat manis dengan aroma harum yang khas. Bijinya berbentuk bulat, terdiri dari dua keping, dan dilapisi kulit biji yang berwarna hitam. Daging bijinya sendiri berwarna putih, mengandung karbohidrat, sedikit minyak, dan saponin.
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.

Lengkeng Ambarawa

lengkeng-ambarawa

Picture 1 of 1

Ukuran
Polybag 12 cm, tinggi tanaman 30-50 cm
Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1,5 mtr

Deskripsi
Family Sapindaceae
Buah lengkeng berbentuk bulat dengan ukuran kurang lebih sebesar kelereng. Buah ini bergerombol pada malainya. Kulit buahnya berwarna cokelat muda sampai kehitaman dengan permukaan agak berbintil-bintil. Daging buahnya berwarna putih bening clan berair. Rasanya sangat manis dengan aroma harum yang khas. Bijinya berbentuk bulat, terdiri dari dua keping, dan dilapisi kulit biji yang berwarna hitam. Daging bijinya sendiri berwarna putih, mengandung karbohidrat, sedikit minyak, dan saponin

Manfaat
Daging lengkeng enak dimakan segar dan dap at dibuat minuman dalam kaleng (canning). Bijinya mengandung saponin yang baik untuk sampo pencuci rambut. Daunnya biasa digunakan untuk obat tradisional terhadap penyalat dalam karena mengandung quercetin. Pohonnya dapat digunakan untuk kayu bakar seperti halnya pohon rambutan. Selain itu, tanaman lengkeng bermanfaat untuk taman, pelindung jalan, dan konservasi lahan yang curam.

Syarat Tumbuh
Lengkeng lebih cocok ditanam di dataran rendah antara 200-600 m dpl yang bertipe iklim basah dengan musim kering tidak lebih dari empat bulan. Air tanah antara 50-200 cm. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan 9-12 bulan basah dan 2-4 bulan kering. Sementara tanaman led lebih senang pada dataran tinggi antara 900-l.000 m dpl.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi lengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi/cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun. Budi daya tanaman Lengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam selang tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.

Pemeliharaan
Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit (benalu) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya,tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.

Hama dan Penyakit
Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.

Panen dan Pasca Panen
Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah nonklimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Sawo Varigata

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Picture 1 of 1

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Ukuran

Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1 – 1,5 mtr
Drum, tinggi tanaman 1,25 – 2 mtr

Deskripsi

Sawo ini mempunyai sosok hampir sama seperti sawo manis namun buahnya agak kecil tidak sebesar sawo manila, buahnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan diameter sekitar 4-5 cm dan panjang 6 cm, yang membedakan dan menjadikan berbeda dengan sawo pada umumnya terlihat dari daunnya yang belang (varigata) putih dan hijau. kulit buah yang masih muda berwarna cokelat tua dan kasar, sedangkan yang tua berubah menjadi cokelat muda dan halus. Daging buah berwarna cokelat muda atau cokelat kemerahan. Buah yang masih muda bergetah dan rasanya sepat, sedangkan buah yang matang rasanya manis tidak sepat dan tidak bergetah. Biasanya dalam setiap buah terdapat 3-5 biji. Biji-bijinya ini berwarna hitam.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Pupuk NPK diberikan antara 25-2.000 g per pohon, tergantung umurnya. Tanaman sawo biasanya berbunga sepanjang tahun, tetapi bunga terbanyak biasanya muncul pada bulan Juni-Juli. Tanaman sawo dari bibit cangkok mulai berbuah pada umur 3-5 tahun. Pemangkasan pada tanaman sawo tidak biasa dilakukan.

Sawo Manis

sawo-manila

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1,5 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1 – 1,75 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,5 – 2 mtr
Drum, tinggi tanaman 1 – 2 mtr

Deskripsi

Family Sapotaceae
Sawo ini terdiri dari beberapa jenis seperti sawo betawi, sawo kulon, sawo karat, sawo pinang, dan sawo maja. Jenis yang dapat diunggulkan hanyalah sawo betawi, sawo kulon, dan sawo karat. Buahnya berbentuk lonjong atau bulat telur dengan diameter sekitar 6-7 cm dan panjang 10 cm. Kulit buah yang masih muda berwarna cokelat tua dan kasar, sedangkan yang tua berubah menjadi cokelat muda dan halus. Daging buah berwarna cokelat muda atau cokelat kemerahan. Buah yang masih muda bergetah dan rasanya sepat, sedangkan buah yang matang rasanya manis tidak sepat dan tidak bergetah. Biasanya dalam setiap buah terdapat 3-5 biji. Biji-bilmya ini berwarna hitam.

Manfaat
Buah sawo matang dimakan segar, tetapi rasa getahnya masih sering melekat pada mulut. Buah matang dapat dibuat minuman segar atau sebagai campuran es krim, tetapi belum diusahakan secara komersial. Kayunya kurang baik untuk bahan bangunan, tetapi sering dibuat ukir ukiran, terutama kayu pohon sawo kecik yang harganya mahal. Kayu tanaman ini kurang bagus dijadikan kayu bakar.

Syarat Tumbuh
Tanaman sawo mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru, dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Namun, daerah yang disenangi adalah dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl. Tipe tanah yang dikehendaki adalah lempung berpasir yang mengandung banyak bahan organik dengan pH antara 5,5-7. Curah hujan yang sesuai 1.500-2.500 mm per tahun (beriklim basah). Tanaman sawo tahan terhadap kekeringan dengan lima bulan musim kemarau. Perakarannya cukup kuat sehingga tanaman sawo baik untuk daerah yang rawan erosi. Tanaman ini mampu tumbuh di tempat yang ternaungi maupun terbuka sehingga sering ditanam di lahan rumah.

Pedoman Budidaya
Pada umumnya, tanaman sawo diperbanyak dengan cangkokan atau okulasi dengan batang bawah bibit semai. Bibit semai sawo dapat diokulasi setelah berumur lebih dari dua tahun. Jenis sawo yang dapat digunakan sebagai batang bawah adalah sawo kecik Manilkara kauki (L.) Dubart. Buah sawo kecik berukuran kecil dan rasanya manis, tetapi tidak begitu laku dipasaran. Bijinya cukup bernas. Pembuatan cangkokan agak lama, sekitar empat bulan baru berakar. Perbanyakan yang mudah dilakukan dengan cara sambung pucuk. Lokasi yang akan ditanami sawo harus bersih dari gulma, terutama alang-alang. Buat lubang tanam berukuran 6o cm x 6o cm x 40 cm dengan jarak antarlubang 6-12 cm. Setiap lubang tanam diberi pupuk kandang yang telah “matang” sebanyak 10-20 kg. Bibit sawo okulasi yang dapat ditanam dengan ketinggian mencapai 70 cm atau lebih. Setelah bibit ditanam pada lubang tanam, lubang tersebut segera ditutup dengan tanah lapisan atas (bagian tanah yang subur) dan disiram secukupnya.

Pemeliharaan
Pupuk NPK diberikan antara 25-2.000 g per pohon, tergantung umurnya. Tanaman sawo biasanya berbunga sepanjang tahun, tetapi bunga terbanyak biasanya muncul pada bulan Juni-Juli. Tanaman sawo dari bibit cangkok mulai berbuah pada umur 3-5 tahun. Pemangkasan pada tanaman sawo tidak biasa dilakukan.

Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman sawo adalah lalat buah (Dacus dorsalis) yang menyerang buah. Hama pengisap cairan buah ini menyebabkan buah mengeras atau sering timbul endapan putih dalam buah. Mutu buah akan menurun bila terserang hama ini. Hama lain adalah penggerek cabang (Niponoclea albata) yang melubangi cabang atau ranting tanaman sawo hingga cabang mati. Penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit kanker atau busuk cabang. Penyakit ini menyerang batang atau cabang hingga tanaman mati. Penyebabnya adalah cendawan ganas Corticium salmonicolor. Gejala yang khas adalah cabang yang terserang menjadi busuk basah disertai adanya miselium berwarna merah jambu yang keluar dari kulit. Penyemprotan pestisida pada tanaman sawo jarang dilakukan. Namun, untuk mencegah serangan hama lalat buah dapat dilakukan melalui infus pada batang. Infus dapat dilakukan melalui lubang kecil yang dibuat pada batangnya. Larutan insektisida dimasukkan ke dalam lubang melalui pipa plastik.

Panen dan Pasca Panen
Buah sawo dapat dipanen setelah tua penuh. Buah siap panen ditandai dengan warna kekuningan yang tampak setelah kulit buah digosok sedikit. Getah buah berkurang setelah tua. Walaupun setiap saat tanaman sawo mampu berbuah, tetapi panen raya terjadi antara bulan Desember-Februari. Pada saat ini, hasil panen dapat mencapai lebih dari 2.000 buah/pohon/tahun. Setelah buah dipanen, kulitnya digosok hati-hati dengan kain halus dan dicuci bersih. Buah akan matang setelah diperam selama 2-3 hari.

Sawo kecik

sawo-varigata-p40-50

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr

Deskripsi

Tumbuhan ini biasanya berfungsi sebagai tanaman hias dan pelindung. Pohon yang mudah hidup di dataran rendah hingga sedang.Sawo kecik pohon terpilih terbaik untuk tanaman hias, pelindung dan penjaga kehidupan. Dijuluki sebagai pohon Prosperous, Providential dan Progressive (Kemakmuran, Keberuntungan dan Kemajuan). Perakarannya cukup kuat sehingga tanaman sawo baik untuk daerah yang rawan erosi. Tanaman ini mampu tumbuh di tempat yang ternaungi maupun terbuka sehingga sering ditanam di lahan rumah.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Pupuk NPK diberikan antara 25-2.000 g per pohon, tergantung umurnya. Tanaman sawo biasanya berbunga sepanjang tahun, tetapi bunga terbanyak biasanya muncul pada bulan Juni-Juli. Tanaman sawo dari bibit cangkok mulai berbuah pada umur 3-5 tahun. Pemangkasan pada tanaman sawo tidak biasa dilakukan.

Sawo Jumbo

sawo-jumbo-raksasa

Picture 1 of 1

Ukuran

Berdasarkan polybag

Deskripsi

Buahnya sangat besar berbeda dari sawo pada umumnya, berbobot hampir mencapai 500gr berbentuk lonjong atau bulat telur dengan diameter sekitar 9-12 cm dan panjang 15 cm. Kulit buah yang masih muda berwarna cokelat tua dan kasar, sedangkan yang tua berubah menjadi cokelat muda dan halus. Daging buah berwarna cokelat muda atau cokelat kemerahan. Buah yang masih muda bergetah dan rasanya sepat, sedangkan buah yang matang rasanya manis tidak sepat dan tidak bergetah. Biasanya dalam setiap buah terdapat 3-5 biji. Biji-bilmya ini berwarna hitam.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Tanaman sawo mudah menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan baru, dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Namun, daerah yang disenangi adalah dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl. Tipe tanah yang dikehendaki adalah lempung berpasir yang mengandung banyak bahan organik dengan pH antara 5,5-7. Curah hujan yang sesuai 1.500-2.500 mm per tahun (beriklim basah). Tanaman sawo tahan terhadap kekeringan dengan lima bulan musim kemarau. Perakarannya cukup kuat sehingga tanaman sawo baik untuk daerah yang rawan erosi. Tanaman ini mampu tumbuh di tempat yang ternaungi maupun terbuka sehingga sering ditanam di lahan rumah.

Sawo Duren

sawo-duren

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr

Deskripsi
Family SAPOTACEAE
Sawo duren merupakan pohon yang selalu hijau, cocok dengan model arsitektur Troll, tingginya sampai 30 m, bergetah putih yang lengket. Ranting-rantingnya banyak, plagiotrof, berbulu coklat, agak iokos (glabrecent); bagian pangkal cabang utama yang tegak dan menonjol bergabung membentuk pangkal batang. Daunnya berseling, memencar, berbentuk lonjong sampai bundar telur sungsang, berukuran (5-16) cm x (3-6) cm, menjangat, kedua belah lembaran daun itu berwarna kemerahan campur warna besi dan sutra, tetapi lembaran atasnya lekas menjadi lokos, peruratan sekundernya yang hampir sejajar sangat khas; tangkai daunnya berukuran 0,6-1,7 cm panjangnya. Perbungaannya di ketiak daun, pada pucuk yang terbentuk pada musim itu, dengan 5-35 kuntum bunga yang berkelompok, berukuran kecil-kecil, berwarna kekuning-kuningan sampai putih lembayung; daun kelopak berjumlah 5 helai, berbentuk bundar sampai bundar telur, daun mahkotanya berbentuk tabung, panjangnya mencapai 4 mm, bercuping 5, berbentuk bundar telur; benang sarinya 5 utas; kepala putiknya bercuping 7-11. Buahnya bertipe buah buni yang berbentuk bulat sampai bulat telur sungsang, berdiameter 5-10 cm, berwarna coklat kelembayung-lembayungan atau hijau kekuning-kuningan; kulit buahnya tipis, berkilap, tak berbulu, menjangat; daging buahnya berwarna lembayung atau putih, tebalnya 3-12 mm, lembut dan berair, membungkus endokarp yang terdiri atas 4-11 ruang yang bentuknya mirip bintang jika dipotong inelintang. Biji setiap buah 3-10 butir, berbentuk bulat telur sungsang memipih, ukurannya kira-kira 2 cm x 1 cm x 0,5 cm, berwarna hitam kelembayung-lembayungan, bertesta merontal (chartaceous) dan berhilum besar, berwarna lebih muda. Kandungan Buah sawo duren memiliki 53-63% bagian yang dapat dimakan, sedangkan kulitnya yang keras tak dapat dimakan; setiap 100 g bagian yang dapat dimakan mengandung: 80-582,6 g air, 0,7-1,3 g protein, 0,6-1,1 g lemak, 15,3-17,4 g karbohidrat, sedikit sampai 0,7 g serat, 0,2-0,3 g abu, 14-17 mg kalsium, 9-13 mg fosfor, 0,2-0,4 mg besi, sedikit sampai 10 IU vitamin A, 0,01-0,02 mg tiamina, 0,8-0,9 mg niasina, dan 67 mg vitamin C. Nilai energinya 280-300 kJ/100 g. Hasil analisis di Amerika Tengah menunjukkan adanya nilai maksimum yang lebih tinggi dan dapat diterima untuk semua unsur tersebut di atas, kecuali air, lemak, dan karbohidrat.

Manfaat
Sawo duren umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar dan dapat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku es krim dan serbat. Kulit kayu, getah, buah, dan bijinya memiliki khasiat obat. Kayunya yang berwarna coklat kemerah-merahan itu cocok untuk keperluan konstruksi, dan cabangcabangnya yang tua digunakan sebagai medium untuk menumbuhkan anggrek. Pohonnya dipelihara sebagai tanaman hias.

Syarat Tumbuh
Sawo duren tumbuh dengan subur pada hampir semua tipe tanah dan dalam kisaran iklim yang luas. Di seluruh Asia Tenggara tanaman ini tumbuh baik di dataran rendah (sampai ketinggian 400 m dpl.) dan di daerah yang musim keringnya tegas. Di wilayah Filipina yang musim keringnya paling jelas, rontoknya daun yang berlebihan dan kurangnya cairan, dan bahkan mengerutnya buah menunjukkan terjadinya kekeringan yang hebat sekali, karenanya diperlukan pengairan. Tempat tumbuh yang lebih disenangi adalah tanah yang sedikit asam dan mudah dikeringkan.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman Sawo duren dapat diperbanyak dengan benih, cangkokan, sambungan sanding (inarching), sambungan biasa (grafting), dan tempelan (budding). Benih yang berasal dari buah yang matang dikecambahkan sedalam 1 cm, dengan jarak 2-3 cm dalam kotak perkecambahan atau di persemaian yang disiram secara teratur. Jika 3-5 daun dewasa telah berkembang, semai itu dipindah tanamkan ke dalam pot. Semai ini disiram dengan teratur, dan diberi naungan ringan. Setelah berumur 6-8 bulan anakan ini dapat dijadikan batang bawah. Perbanyakan aseksual dianjurkan untuk memperbanyak pohon kultivar unggul. Penyambungan belahan merupakan cara perbanyakan yang paling umum, dan mampu memberikan persentase keberhasilan yang tinggi. C. oliviforme merupakan batang bawah yang kompatibel, tetapi kebanyakan penyambungan dilakukan pada semai sawo duren MI. Di lapangan, jarak tanamnya ialah 10-12 m. Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.

Pemeliharaan
Penyiangan di sekeliling pohon sawo duren secara teratur dan penyiraman selama periode tanpa hujan yang berkepanjangan dapat menjamin pertumbuhan yang tak terganggu. Pemupukan dilakukan dengan dosis 150-200 g/pohon amonium sulfat, dua kali setahun, untuk pohon yang sedang tidak berbuah. Pada saat-saat awal pembuahan, 500 g pupuk lengkap diberikan dua kali setahun. Pohon yang pertumbuhannya maksimal mungkin memerlukan 3 kg atau lebih pupuk lengkap setahun. Pupuk itu diberikan pada awal dan menjelang akhir musim hujan, caranya ialah dibenamkan ke dalam galian yang dibuat mengelilingi pohon atau dimasukkan ke dalam lubang dangkal di bawah kanopi pohon. Pohon sawo duren dipangkas menurut bentuk yang dikehendaki, dengan cara meninggalkan 2-3 cabang saja untuk dibiarkan berkembang, serta memotong cabang-cabang yang jelek dan yang saling menumpang, serta pucuk-pucuk air (water shoots).

Hama dan Penyakit
Jamur Lasiodiplodia theobromae menyebabkan buah busuk kering menjelaga. Penyakit ini dapat diberantas dengan fungisida tembaga. DI Queensland, Fusarium solani membunuh tanaman muda dan merusak percabangan pohon dewasa. Hama serangga yang menyerang sawo duren ialah penggerek ranting, ngengat kayu, kutu tepung, lalat sisik, dan lalat buah. Lalat buah oriental (Dacur dorralis) merupakan hama yang gawat pada buah yang menjelang matang, dan menyebabkan buah tidak dapat dimakan. Kerusakan dapat dikurangi dengan cara pembungkusan buah muda dan pemungutan serta pemusnahan buah yang terserang. Burung, kelelawar, dan kucing liar juga dapat menyebabkan kerusakan yang hebat pada buah yang matang.

Panen dan Pasca Panen
Buah sawo duren hendaknya dipanen setelah matang benar, tandanya ialah kulit buahnya telah berwarna hijau muda berkilat atau coklat kekuning-kuningan untuk kultivar hijau, dan lembayung pucat sampai lembayung tua untuk kultivar lembayung. Pemanenan hendaknya dilakukan selektif, sebab buah-buah yang berada di pohon tidak akan masak bersama-sama. Buah dipungut dengan cara memotong tangkainya dengan gunting atau dengan menggunakan galah bambu panjang yang ujungnya diberi jaring.

Rambutan Rapiah

rambutan-rapiah

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 35 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1 – 1,75 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,25 – 1,8 mtr
Polybag 60 cm, tinggi tanaman 1,5 – 2,5 mtr
Polysak 80 cm, tinggi tanaman 1,5 – 3 mtr
Drum, tinggi tanaman 2 – 3 mtr

Deskripsi
Family Sapindaceae
Rambutan ini berasal dari Pasar Minggu, Jakarta. Buah berbentuk bulat dan mempunyai ciri khas yaitu adanya pelat pada kulitnya. Warna buah hijau kekuningan dengan rambut yang sangat pendek, kasar, agak jarang, dan berwarna hijau dengan ujung kemerahan. Daging buah tebal, putih, agak kering, kenyal, ngelotok, dan kulit bijinya agak melekat. Rasanya manis agak renyah dan aromanya tidak tajam. Bijinya kecil, berbentuk bulat, dan mempunyai pelat. Buahnya kecil, dengan berat per buah sekitar 18-19 g. Produksinya tidak terlalu tinggi, per pohon 1.000-1.600 buah atau 18-30 kg per tahun. Daya tahannya mencapai enam hari setelah petik.

Manfaat
Kayu pohon rambutan cukup keras dan kering, tetapi mudah pecah sehingga kurang baik untuk bahan bangunan. Namun, kayu rambutan bagus sekali untuk kayu bakar. Akar tanaman ini untuk obat demam, kulit kayunya untuk obat radang mulut, dan daunnya untuk obat sakit kepala sebagai tapal (popok). Daging buah yang telah matang dapat dikalengkan.

Syarat Tumbuh
Tanaman tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl dengan tipe iklim basah. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun. Tanah yang gembur dan subur lebih disenangi. Tanaman ini relatif tahan pada lahan gambut yang masam dan tanah latosol cokelat dengan pH tanah 4-6,5. Suhu udara 22-35° C. Tipe tanah latosol kuning sangat disenangi. Hembusan angin yang kering, biasanya di pantai, dapat menyebabkan tepi-tepi daun berwarna kecokelatan seperti terbakar. Namun, untuk merangsang pembungaan diperlukan musim kemarau (kering) antara 3-4 bulan. Hujan yang jatuh pada saat tanaman sedang berbunga menyebabkan banyak bunga berguguran dan mendorong timbulnya serangan penyakit mildu tepung (Oidium sp.). Bila kemarau berkepanjangan, buah menjadi kurang berisi (kerempeng) dan bijinya tidak berkembang (kempis, rudimenter).

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi. Perbanyakan dengan susuan dan cangkok jarang dilakukan karena kurang efisien. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai dari varietas sinyonya (tidak ngelotok). Umur batang bawah yang dapat diokulasi seldtar 6-8 bulan. Untuk mata tempel, diambil dari cabang tanaman rambutan varietas unggul yang daunnya mulai menua, tetapi belum tua benar. Biasanya pada cabang tersebut mata tempelnya masih tidur. Untuk mempercepat mata tempel mulai bangun (matanya menonjol), dilakukan perompesan daun dari cabang entres yang akan digunakan sebagai sumber mata tempel antara 2-3 minggu sebelum cabang dipotong. Biji rambutan adalah monoembrional sehingga semai generatif dari varietas sinyonya yang digunakan untuk batang bawah pengaruhnya bervariasi terhadap batang atas. Sifat tanaman rambutan adalah heterozigot dan menyerbuk silang. Budi daya tanaman: Setelah lahan diolah, dibuat lubang tanaman ukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Pupuk kandang yang digunakan adalah 40 kg/lubang tanam. Jarak tanam 10 m x 12 m atau 12 m x 12 m, tergantung pada kondisi lahan. Pada lahan miring, jarak tanam lebih rapat. Pada lahan gambut atau lahan masam dengan pH kurang dari 5, perlu ditambahkan kapur mati atau abu dapur. Bibit ditanam di lahan setelah tingginya lebih dari 75 cm, yakni berumur lebih dari delapan bulan. Pupuk buatan berupa campuran urea, TSP atau SP-36, dan KCI, dengan perbandingan 2 : 2: 1 diberikan sebanyak 50-250 gram per tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dengan selang empat bulan sekali. Sesudah tanaman berumur lebih dari sepuluh tahun, dapat diberi pupuk NPK hingga 500-1.000 g per pohon.

Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman yang penting adalah membersihkan kebun dari gulma dan memangkas tunas-tunas liar/tunas air yang muncul.

Hama dan Penyakit
Lalat daun Tarsolepis sommeri sering merusak bunga dan daun yang baru trubus, terutama saat musim kemarau menjelang musim hujan. Kutu putih Pseudococcus lilacinus sering menyelinap di antara bulu buah rambutan sehingga buah tampak kotor hitam. Insektisida dapat mengatasi hama tersebut. Namun, penyemprotan insektisida saat buah mendekati merah (matang) sangat berbahaya karena mengakibatkan residu. Penyakit lain yang biasa mengancam akar tanaman adalah cendawan putih Armilaria sp., busuk akar Phytophthora parasitica, dan busuk cokelat leher batang Fusarium sp. Penyakit ini dapat diatasi dengan aerasi yang baik atau disiram Benlate 0,3%. Cendawan yang biasa menyerang batang adalah busuk cokelat batang Cortisium salmonicolor yang dapat ditularkan melalui angin dan alat-alat pertanian. Penyakit jamur upas ini dapat diatasi dengan jalan mengolesi bagian yang sakit dengan lisol.

Panen dan Pasca Panen
Buah rambutan dapat dipetik setelah matang pohon atau umur 120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Panen dilakukan dengan memotong tangkai rangkaian (tandan) buah. Hasilnya dapat mencapai 500-700 kg/pohon. Musim panen rambutan terjadi pada bulan Desember–Februari.

Rambutan Lebak bulus

rambutan-lebak-bulus

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 35 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1 – 1,75 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,25 – 1,8 mtr
Polybag 60 cm, tinggi tanaman 1,5 – 2,5 mtr
Polysak 80 cm, tinggi tanaman 1,5 – 3 mtr
Drum, tinggi tanaman 2 – 3 mtr

Deskripsi
Family Sapindaceae
Rambutan ini berasal dari Lebak Bulus, Pasar minggu, Jakarta Selatan. Kandungan vitamin C-nya tergolong tinggi, dalam 100 g daging buah terkandung 56,66 mg. Pada tahun 1985 rambutan ini dilepas sebagai varietas unggul oleh Menteri Pertanian. Buahnya berbentuk bulat dan berwarna merah. Rambut buahnya panjang, halus, agak jarang, dan berwarna merah dengan ujung kekuningan. Daging buahnya berwarna putih, kenyal, berair banyak, dan ngelotok dengan kulit biji melekat. Rasanya manis agak asam sehingga terasa segar. Bijinya berukuran sedang dan berbentuk lonjong. Produksi pohon per tahun antara 2.000-4.000 buah atau sekitar 50-100 kg.

Manfaat
Kayu pohon rambutan cukup keras dan kering, tetapi mudah pecah sehingga kurang baik untuk bahan bangunan. Namun, kayu rambutan bagus sekali untuk kayu bakar. Akar tanaman ini untuk obat demam, kulit kayunya untuk obat radang mulut, dan daunnya untuk obat sakit kepala sebagai tapal (popok). Daging buah yang telah matang dapat dikalengkan.

Syarat Tumbuh
Tanaman tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl dengan tipe iklim basah. Curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun. Tanah yang gembur dan subur lebih disenangi. Tanaman ini relatif tahan pada lahan gambut yang masam dan tanah latosol cokelat dengan pH tanah 4-6,5. Suhu udara 22-35° C. Tipe tanah latosol kuning sangat disenangi. Hembusan angin yang kering, biasanya di pantai, dapat menyebabkan tepi-tepi daun berwarna kecokelatan seperti terbakar. Namun, untuk merangsang pembungaan diperlukan musim kemarau (kering) antara 3-4 bulan. Hujan yang jatuh pada saat tanaman sedang berbunga menyebabkan banyak bunga berguguran dan mendorong timbulnya serangan penyakit mildu tepung (Oidium sp.). Bila kemarau berkepanjangan, buah menjadi kurang berisi (kerempeng) dan bijinya tidak berkembang (kempis, rudimenter).

Pedoman Budidaya
Perbanyakan tanaman: Tanaman diperbanyak dengan okulasi. Perbanyakan dengan susuan dan cangkok jarang dilakukan karena kurang efisien. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai dari varietas sinyonya (tidak ngelotok). Umur batang bawah yang dapat diokulasi seldtar 6-8 bulan. Untuk mata tempel, diambil dari cabang tanaman rambutan varietas unggul yang daunnya mulai menua, tetapi belum tua benar. Biasanya pada cabang tersebut mata tempelnya masih tidur. Untuk mempercepat mata tempel mulai bangun (matanya menonjol), dilakukan perompesan daun dari cabang entres yang akan digunakan sebagai sumber mata tempel antara 2-3 minggu sebelum cabang dipotong. Biji rambutan adalah monoembrional sehingga semai generatif dari varietas sinyonya yang digunakan untuk batang bawah pengaruhnya bervariasi terhadap batang atas. Sifat tanaman rambutan adalah heterozigot dan menyerbuk silang. Budi daya tanaman: Setelah lahan diolah, dibuat lubang tanaman ukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Pupuk kandang yang digunakan adalah 40 kg/lubang tanam. Jarak tanam 10 m x 12 m atau 12 m x 12 m, tergantung pada kondisi lahan. Pada lahan miring, jarak tanam lebih rapat. Pada lahan gambut atau lahan masam dengan pH kurang dari 5, perlu ditambahkan kapur mati atau abu dapur. Bibit ditanam di lahan setelah tingginya lebih dari 75 cm, yakni berumur lebih dari delapan bulan. Pupuk buatan berupa campuran urea, TSP atau SP-36, dan KCI, dengan perbandingan 2 : 2: 1 diberikan sebanyak 50-250 gram per tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dengan selang empat bulan sekali. Sesudah tanaman berumur lebih dari sepuluh tahun, dapat diberi pupuk NPK hingga 500-1.000 g per pohon.

Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman yang penting adalah membersihkan kebun dari gulma dan memangkas tunas-tunas liar/tunas air yang muncul.

Hama dan Penyakit
Lalat daun Tarsolepis sommeri sering merusak bunga dan daun yang baru trubus, terutama saat musim kemarau menjelang musim hujan. Kutu putih Pseudococcus lilacinus sering menyelinap di antara bulu buah rambutan sehingga buah tampak kotor hitam. Insektisida dapat mengatasi hama tersebut. Namun, penyemprotan insektisida saat buah mendekati merah (matang) sangat berbahaya karena mengakibatkan residu. Penyakit lain yang biasa mengancam akar tanaman adalah cendawan putih Armilaria sp., busuk akar Phytophthora parasitica, dan busuk cokelat leher batang Fusarium sp. Penyakit ini dapat diatasi dengan aerasi yang baik atau disiram Benlate 0,3%. Cendawan yang biasa menyerang batang adalah busuk cokelat batang Cortisium salmonicolor yang dapat ditularkan melalui angin dan alat-alat pertanian. Penyakit jamur upas ini dapat diatasi dengan jalan mengolesi bagian yang sakit dengan lisol.

Panen dan Pasca Panen
Buah rambutan dapat dipetik setelah matang pohon atau umur 120 hari setelah anthesis (bunga mekar). Panen dilakukan dengan memotong tangkai rangkaian (tandan) buah. Hasilnya dapat mencapai 500-700 kg/pohon. Musim panen rambutan terjadi pada bulan Desember–Februari.