Jambu Air Apel

jambu-air-apel

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag  17-20 cm, tinggi tanaman  30-70 cm

Polybag  25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr

Polybag  30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr

Polybag  35 cm, tinggi tanaman 1  –  1,25 mtr

Polybag  40 cm, tinggi tanaman 1,25  – 1,5 mtr

Polybag  50 cm, tinggi tanaman 1,5  –  1,75 mtr

Polybag  60 cm, tinggi tanaman 1,5  –  2  mtr

Polysak  80 cm, tinggi tanaman 1,5  –  2,5  mtr

Drum, tinggi tanaman 2  –  4  mtr

Deskripsi

Jambu apel yang buahnya mirip apel sangat mudah dibedakan dari jenis jambu air lainnya. Buahnya selalu memiliki bekas kelopak berwarna merah yang sangat kontras dengan warna buah yang putih violet. Bila diperhatikan, sebenarnya jambu ini mengalami tiga kali perubahan warna, yaitu hijau saat muda, putih bila tua, clan putih violet bila matang. Daging buahnya bertekstur keras dan rasanya manis. Ukuran buahnya termasuk sedang. Setiap kg-nya berisi 15 buah. Buahnya ada yang berbiji dan ada yang tidak.

Untuk jambu air, ketinggian tempat yang dikehendaki agar bisa tumbuh baik ialah dataran rendah dan dataran tinggi sampai 1.000 m di atas permukaan laut.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Pohon jambu ini hanya memperoleh sedikit perhatian setelah tahun pertarna atau kedua, yang pada saat itu pemupukan, penyiangan, pemberian mulsa, dan pengairan dapat meningkatkan volume pohon dengan cepat. Pohon yang sedang berbuah tampaknya sangat responsif terhadap pupuk majemuk yang diberikan seusai panen dan ditambah dengan suatu pupuk daun segera setelah pembungaan terbentuk. Rontok bunga diatasi dengan menyemprotkan pupuk daun mengandung Ca tinggi. Dosisnya 2 ml/l yang diberikan 14 hari sekali. Artinya, bila umur bunga menjadi bakal buah 1,5 bulan, maka pemberian cukup 3 kali. Keretakan buah ditanggulangi dengan penyiraman rutin tepat waktu. bunga dan buah rontok serta pangkal buah retak memang bisa diatasi dengan menambahkan Ca. Kalsium membuat cabang, ranting, dan tangkai kokoh sehingga bunga dan buah tak gampang rontok. Di samping itu, kalsium meningkatkan daya elastisitas perkembangan sel buah sehingga tak mudah rontok.