Jambu batu Australia

jambu-biji-australia

Picture 1 of 2

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 35 cm, tinggi tanaman 1 – 1,25 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1,25 – 1,5 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,5 – 1,75 mtr
Drum, tinggi tanaman 2 mtr

Deskripsi
Family Myrtaceae
Sesuai namanya, jambu australia memang berasal dari australia. Dari penampakan seluruh bagian tanaman, jambu australia dapat dikatakan aneh karena dari akar sampai buah warnanya merah. Keanehan itulah yang menjadikan jambu ini diunggulkan. Kebanyakan penggemar menjadikannya sebagai tanaman hias, di samping sebagai penghasil buah. Buahnya memang tidak sebaik jambu biji lainnya. Ukurannya kecil dan rasanya kurang manis bila belum terlalu matang. Meskipun begitu, buahnya masih dikonsumsi asalkan sudah masak betul. Buah yang sudah benar-benar masak rasanya semanis jambu bangkok.

Manfaat
Buah jambu biji biasanya dimakan dalam keadaan segar,baik sewaktu masih hijau maupun setelah matang (jika buah telah berbau wangi), Juga disetup dan digunakan dalam pembuatan kue dan pastel. Setelah biji-bijinya dibuang, daging buahnya diawetkan, dibuat selai, jeli, sari buah, dan nektar. Jeli buah jarnbu biji yang dibuat dengan baik berwarna anggur tua, jernih, konsistensiny; padat sekali, dan masih memiliki rasa buah segar yang ‘pungent musky’ itu. Pasta jambu biji atau keju jambu biji yang terkenal di Hindia Barat dibuat dengan cara menguapkan daging buah dicampur gula, yang dimakan sebagai kue manis. Sebuah perusahaan di Filipina, mendehidrasi irisan-irisan bagian luar buah tanpa biji untuk dijadikan produk yang bersamaan. Buah jambu biji dikupas, dibelah dua dan direbus dalam sirup encer, kemudian dikalengkan, serta sari buah dan nektar juga diawetkan secara demikian. Tepung jarnbu biji merupakan sumber yang baik untuk vitamin C dan pektin. Di beberapa negara Asia, seperti Indonesia, daun jambu biji digunakan dalam masakan dan sebagai obat amiti diare; daun jambu biji dapat juga digunakan dalam pewarnaan dan penyamakan kulit. Kayunya cukup kuat dan dapat tahan lama untuk konstruksi dalam rumah; kayu itu digunakan untuk gagang perkakas dan dalam pertukangan kayu dan pembubutan.

Syarat Tumbuh
Secara umum jambu biji dapat tumbuh di segala macam iklim dan lahan. Namun, hasil yang baik bisa diperoleh bila syarat tumbuhnya diperhatikan. Ketinggian tempat tumbuhnya hingga 1.000 m di atas permukaan laut. Tanah yang baik untuk pertumbuhannya ialah jenis tanah berpasir, gembur, serta banyak mengandung unsur organik. Meskipun demikian, di tanah yang berat dan liatpun jambu air masih bisa tumbuh baik. Kedalaman air tanah yang baik antara 50-200 cm. Derajat keasaman tanahnya berkisar antara 4-8. Curah hujan optimum tidak kurang dari 2.000 mm per tahun atau sekitar 7-12 bulan basah.

Pedoman Budidaya
Jambu biji yang ditanam agar buahnya dapat diolah diperbanyak dengan benih; sekitar 70% semainya mempertahankan karakteristik umum dari pohon induknya. Benihnya berkecambah dengan baik, dalam waktu 15–20 hari sejak penyemaian dan viabilitasnya dalam jangka waktu yang panjang. Semai-semai dicabut dan dipindahtanamkan ke pembibitan ditanam berbaris atau dalam pot untuk dipelihara lebih lanjut sampai siap untuk ditanam di lapangan (setelah 6-12 bulan), atau untuk dilakukan penyambungan. Jambu biji yang ditanam untuk diambil buah segarnya diperbanyak secara klon. Di Asia Tenggara biasanya dilakukan melalui cangkokan, tetapi untuk jumlah yang besar dianjurkan untuk melakukan tempelan perisai atau tambalan (shield atau patch buddings) di atas batang bawah yang berasal dari semai. Keberhasilannya bergantung kepada suburnya pertumbuhan pohon induk dan batang bawahnya. Ranting yang- bermata tunas hendaknya sudah dewasa (kulit kayunya sudah tidak hijau lagi) dan daun-daunnya dibuang 2 minggu sebelum pelak sanaan penempelan agar tunas-tunasnya membengkak. Penempelan dilaksanakan segera setelah batang bawah cukup besar untuk ditempeli tunas; pada ranting yang tua tunasnya tidak mudah tumbuh. Tanaman tempelan siap untuk dipindahtanamkan ke lapangan setelah 4-5 bulan. Cara perbanyakan lainnya dapat juga dikerjakan, misalnya menggunakan penyetekan atau penyambungan: Perbanyakan secara mikro menggunakan eksplan buku dari pohon induknya telah dilaporkan oleh India dengan keberhasilan 74 % dalam pemindahtanaman. Untuk mengelola kebun buah-buahan secara intensif di Thailand (pemangkasan yang sering, penanaman yang terus-menerus), pohon-pohon hanya ditanam dengan jarak 4–6 m, tetapi semai-sernai yang diambil buahnya untuk diolah dapat ditanam dengan jarak sampai 10 m x 8 m.

Pemeliharaan
Karena pembungaan terjadi pada pucuk yang baru muncul, pola pembuahannya sesuai dengan pola pertumbuhan serentak daun-daunnya. Pada pemeliharaan secara minimum di daerah-daerah tropik sering terjadi adanya panen raya dan panen tambahan yang jumlahnya sedikit, yang bertalian dengan banyak atau sedikitnya daun yang tumbuh secara serentak. Penatalaksanaan mungkin ditujukan untuk memaksimalkan panen raya dan memapankan daur pembuahan yang kurang dari setahun. Untuk itu pohon dipangkas dan dirompes segera setelah panen, untuk merangsang muntulnya daun secara serentak yang akan menghasilkan buah untuk musim berikutnya. Mengingat masa dari pembungaan sampai panen adalah 14–20 minggu, yang bergantung kepada kultivarnya, maka daur pertumbuhannya 7-9 bulan. Teknik-teknik penatalaksanaan lain, seperti pemupukan dan sebagainya, disesuaikan dengan keadaan iklim subtropik yang pada dasarnya hanya terjadi satu kali panen dalam daur perturnbuhan satu tahun. Di Thailand, pengairan selama musim kering dan pemangkasan ringan yang berulangulang dilakukan untuk mernacu keluarnya pucuk pembungaan agar produksi dapat berlangsung sepanjang tahun. Jika panen didaurkan, sebagian besar pupuk diberikan sebagai pupuk dasar pada akhir saat panen, dan jika perlu ditambah dengan pemupukan lewat daun. Jika pohon dipanen terusmenerus, pupuk diberikan dalam beberapa dosis kecil. Tahap pupuk daun minimal adalah kira-kira: 1,65% N, 0,26% P, 1,4% K, 1,25% Ca, dan 0,3% Mg. Pada- pohon muda yang subur, cabang-cabang utatna dapat dibengkokkan ke arah bawah dan dipangkas untuk merangsang . -berseminya tunastunas lateral. Pada awal musim berbuah- berikutnya beberapa cabang yang subur dipotong untuk membiarkan terbentuknya struktur pohon terbuka. Jika pohon berbuah dengan baik, cabang-cabangnya akan cepat menjadi dewasa, sehingga pohon yang dewasa tekaaannya terletak pada, pemangkasan penggantian: cabang-cabang yang menggantung dipangkas sehingga tinggal ranting-ranting muda. Dengan cara ini, tinggi dan lebatnya pohon dibatasi, sehingga pohon-pohon dapat ditanam dengan jarak rapat dan tidak diperlukan tangga (Thailand). Penjarangan buah diperlukan untuk hasil buah segar yang akan dipasarkan. Pucuk lateral. pada umumnya menghasilkan 2–6 kuntum bunga, dan hanya 1 atau . 2 butir buah yang sebaiknya dipertahankan: Di Thailand, buah jambu biji dibungkus setelah dilakukan penjarangan: Perlakuan ini akan mempertinggi kualitas buah dan melindunginya dari serangan lalat buah. Waupun begitu, karena digunakan kantung plastik yang akan mengembunkan uap air di dalamnya, buah harus dipanen dalam keadaan masih hijau untuk mencegah pembusukan. Di Filipina digunakan kantung kertas untuk keperluan tersebut.

Hama dan Penyakit

Panen dan Pasca Panen
Panen buahnya bisa terjadi sepanjang tahun.