Jambu bol jamaika

jambu-bol-jamaika

Picture 1 of 1

Ukuran

Polybag 17-20 cm, tinggi tanaman 30-70 cm
Polybag 25 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 30 cm, tinggi tanaman 80 cm – 1 mtr
Polybag 35 cm, tinggi tanaman 1 – 1,25 mtr
Polybag 40 cm, tinggi tanaman 1,25 – 1,5 mtr
Polybag 50 cm, tinggi tanaman 1,5 – 1,75 mtr
Polybag 60 cm, tinggi tanaman 1,5 – 2 mtr
Polysak 80 cm, tinggi tanaman 1,5 – 2,5 mtr
Drum, tinggi tanaman 2 – 4 mtr

Deskripsi

Jambu bol adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air. Tidak begitu jelas mengapa namanya demikian, bisa jadi karena warna kulit buah yang kemerahan mengingatkan pada warna “anus”. Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang. Kulit batangnya digunakan sebagai obat sariawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.
Untuk jambu air, ketinggian tempat yang dikehendaki agar bisa tumbuh baik ialah dataran rendah dan dataran tinggi sampai 1.000 m di atas permukaan laut.

Penanaman dan Pemeliaharaan
Pohon jambu ini hanya memperoleh sedikit perhatian setelah tahun pertarna atau kedua, yang pada saat itu pemupukan, penyiangan, pemberian mulsa, dan pengairan dapat meningkatkan volume pohon dengan cepat. Pohon yang sedang berbuah tampaknya sangat responsif terhadap pupuk majemuk yang diberikan seusai panen dan ditambah dengan suatu pupuk daun segera setelah pembungaan terbentuk. Rontok bunga diatasi dengan menyemprotkan pupuk daun mengandung Ca tinggi. Dosisnya 2 ml/l yang diberikan 14 hari sekali. Artinya, bila umur bunga menjadi bakal buah 1,5 bulan, maka pemberian cukup 3 kali. Keretakan buah ditanggulangi dengan penyiraman rutin tepat waktu. bunga dan buah rontok serta pangkal buah retak memang bisa diatasi dengan menambahkan Ca. Kalsium membuat cabang, ranting, dan tangkai kokoh sehingga bunga dan buah tak gampang rontok. Di samping itu, kalsium meningkatkan daya elastisitas perkembangan sel buah sehingga tak mudah rontok.