Sejarah Singkat

Tahun 1978 bertempat di lereng Gunung Ciremai  Desa Gunungkuning Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka Jawa Barat  terbentuk “Kelompok Pemuda Tani Mekar Citrun “ yang diberi bimbingan dan pengarahan usaha Pembibitan dan hortikultura oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka. Setelah Kelompok terbentuk, di mulailah usaha dengan melakukan persemaian tanaman jeruk. Kebutuhan akan Sedling (batang bawah/batang okulasi) masih tergantung dari Kabupaten Garut. Seiring berkembangnya waktu Kelompok ini berhasil melakukan pembibitan tanaman jeruk berbagai varietas dan berhasil melakukan pemasaran ke beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat.  Pada Tahun 1980 Kelompok ini beranjang sana ke Wanaraja Kabupaten Garut untuk melakukan studi banding usaha di bidang budidaya tanaman jeruk dan melihat langsung pembibitan jeruk yang merupakan binaan Dinas Pertanian Penerangan Kabupaten Majalengka  dan Jawa Barat.

Pada tahun yang sama , “Kelompok Pemuda Tani Mekar Citrun” keluar sebagai Juara I siaran Pedesaan tingkat Kabupaten .Prestasi semakin meningkat, karena selama kurun waktu tiga tahun nama Majalengka terangkat di Tingkat Provinsi oleh Kelompok Pemuda Tani Mekar Citrun, karena sering mengikuti Perlombaan ke beberapa daerah dan sering keluar sebagai Juara Pertama. Pada tahun 1983, kegiatan kelompok sempat vakum, karena ketuanya meninggal. Baru pada tahun 1985, Kelompok berganti nama menjadi  “Mekar Raharja” ini aktif kembali, dengan ketuanya Endun Dulamin, dengan latar belakang Petani dan hanya mengenyam Pendidikan pada Tingkat Sekolah Dasar, akibat keterbatasan biaya dan kondisi ekonomi pada waktu tersebut.

Tahun 1987, Kelompok “Mekar Raharja” kembali meraih Juara I Tingkat Jawa Barat dan Harapan Tingkat Nasional perlombaan Kelompencapir (kelompok pendengar pembaca dan pirsawan). Demi mewujudkan visi kelompok, Mekar Raharja I melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh di daerahnya dengan meakukan usaha pemberdayaan danau Desa seluas tiga (3) hektar untuk dijadikan sebagai sentra sisem pengairan Pertanian dan Perkebunan, atas jasa usahanya Pemerintah Kabupaten Majalengka menganugerahkan Penghargaan atas jasanya demi kepentingan Daerah/Negara dalam bidang Pengelolaan situ (danau), karena pada saat sekarang danau ini dijadikan Asset Pemerintah Daerah banyak memberikan kontribusi langsung maupun tidak langsung bagi Pemerintah.

Kegiatan Kelompok tani terus berkembang dengan melakukan diversifikasi usaha dengan mengembangkan Pembibitan tanaman keras atau tanaman kayu-kayuan untuk kepentingan pengadaan Proyek Pemerintah. Pada tahun 1987, Kelompok Mekar Raharja mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi sebagai penggerak dalam pembuatan persemaian tanaman keras dan hortikultura secara swadaya. Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan Program Kelompok Mekar Raharja di bidang hortikultura, maka Pada tanggal 10 Februari 1988 Presiden Soeharto mengundang perwakilan dari Kelompok Tani Mekar Raharja sebagai utusan dari Provinsi Jawa Barat untuk menerima Penghargaan atas jasa-jasanya dalam bidang Pertanian dan Hortikultura terutama dalam hal meningkatkan prakarsa masyarakat dalam meningkatkan usaha-usaha pembangunan di Pedesaan serta mendorong prakarsa-prakarsa mayarakat dalam melanjutkan, meningkatkan dan memperluas pembangunan. Penghargaan Pemerintah Pusat dalam hal ini di sampaikan secara langsung oleh Menteri Penerangan Republik Indonesia.

Diversifikasi usaha Kelompok Tani Mekar Raharja berlanjut dengan mencoba usaha di bidang Peternakan dan Perikanan dengan mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Daerah. Atas keberhasilan usahanya dibidang Peternakan, maka Pemerintah Daerah pada bulan Juli tahun 1990 menganugerahkan Penghargaan dan terima kasih atas hasil karyanya demi kepentingan Daerah/Negara dalam bidang Pengembangan Ternak Bantuan Presiden. Bentuk Penghargaan dan didorong oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pusat semakin meningkatkan usaha Kelompok Mekar Raharja untuk mengikuti beberapa kegiatan seperti : Pameran-pameran di bidang hortikultura, lomba Penghijauan Daerah Tingkat Pusat dan Daerah.

Pada tahun 1993 Kelompok Tani Mekar Raharja mengalami kemunduran yang disebabkan kurang koordinasi pengurus kelompok tani dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, hal ini disebabkan karena regenerasi kepemimpinan tidak di terapkan di dalam kelompok tani tersebut. Faktor penyebab kemunduran lainnya karena terpecahnya keanggotaan kelompok tani di mana anggotanya mendirikan kelompok tani masing-masing. Kondisi tersebut di atas berlangsung sampai kurun waktu enam (6) tahun.

Tahun 2000 regenerasi kepemimpinan perusahaan baru terlihat dengan dibentuknya “Kelompok Tani Muda Mekar Raharja”. Susunan Pengurus didukung oleh tenaga-tenaga muda yang berpotensi untuk mengembangkan usaha di masa yang akan datang. Kelompok Tani Mekar Raharja sendiri memperluas usahanya dengan merubah nama menjadi PD. Mekar Sitrun yang dipimpin oleh Endun Dulamin.

PD. Mekar Sitrun mengalami perkembangan yang sangat pesat sekali, karena ruang lingkup usahanya semakin luas karena menjadi Perusahaan Dagang satu-satunya di Majalengka yang di dukung oleh komoditi stok tanaman yang lengkap dari berbagai ukuran dan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang hortikultura. Jumlah varietas tanaman buah perusahaan pada saat ini berjumlah 272 pohon tanaman buah-buahan, jumlah varietas tanaman kayu/pelindung  23 tanaman keras, jumlah varietas tanaman hias 33 jenis. Total varietas tanaman perusahaan sebanyak 328  tanaman berbagai ukuran.

Penerapan sistem penjualan langsung (direct selling) perusahaan ternyata cukup berhasil diterapkan karena dari waktu ke waktu perkembangan Perusahaan semakin pesatnya, serta didukung oleh Instansi Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kelompok Tani Muda Mekar Raharja dalam kurun waktu 5(lima) tahun berjalan usahanya mengalami  kemunduran bahkan dibubarkan pada tahun 2005. Ketua dari Kelompok Tani Muda Mekar Raharja mengambil inisiatif  baru mendirikan CV. Gema Horti Mekar Sitrun, yang merupakan bagian dari PD. Mekar Sitrun