Strategi Operasi
Strategi Operasi
Menjadi produsen industri penangkar bibit unggul yang mandiri.
Tahap penyiapan Infrastruktur Manajemen dan Organisasi (2007-2008)
1.1. Restrukturisasi Usaha
a. Tetap mempertahankan core business pembibitan, melalui :
- Development Seed Program
- Alternative Seed Program
b. Menetapkan produk-produk pengembangan usaha secara selektif yang mempunyai manfaat dan harga yang kompetitif, berdasarkan:
- Kualitas dan konsistensi produk
- Kerjasama produksi dan pemasaran
- Asset dan Net Working yang dimiliki perusahaan
- Ekspansi kebun pembibitan baru diwilayah propinsi Banten.
- Penerapan teknologi yang mengacu pada pendekatan pasar agar produk lebih kompetitif
- Pemanfaatan hak kepemilikan varietas dan pengembangan varietas baru.
- Dukungan kegiatan teknologi menjadi profit centre
1.2. Restrukturisasi Keuangan
a. Likuiditas keuangan lancar :
- Percepatan penerimaan piutang
- Percepatan perputaran persediaan
- Peningkatan pengelolaan keuangan melalui kerjasama dengan perbankan.
- Penyusunan skala prioritas investasi sesuai kemampuan perusahaan
- Pengelolaan Keuangan dengan Cash Manajement System (CMS)
b. Meningkatkan solvabilitas perusahaan
- Penggunaan dana jangka pendek dengan beban yang lunak.
- Menggunakan dana jangka panjang dengan bunga yang dapat memelihara pertumbuhan usaha dan rentabilitas
- Mengundang investor dengan pola kerjasama
c. Meningkatkan rentabilitas perusahaan
- Cost reduction di semua lini.
- Menyusun skala prioritas penggunaan modal kerja pada bidang usaha yang paling menguntungkan dan mengendalikan penggunaan biaya sesuai dengan azas manfaat dan kemampuan perusahaan.
d. Menerapkan sistem akuntansi yang disesuaikan dengan perkembangan usaha :
- Memutakhirkan sistem akuntansi.
- Penyusunan laporan keuangan dan laporan manajemen serta laporan-laporan lain yang diperlukan secara tepat waktu.
1.3. Restrukturisasi Aset
a. Mengoptimalkan azas manfaat aset lahan Mandalawangi, Pandeglang-Banten agar menjadi cikal- bakal Strategic Business Unit (SBU)dan Net Working yang ada :
- Kerjasama dengan investor membangun usaha di lahan Mandalawangi melalui KSO.
- Memanfaatkan dan memberdayakan aset melalui KSO dan bagi hasil.
- Relokasi aset yang idle.
- Reinventing asset agar tepat guna.
- Meningkatkan efisiensi dan efektifitas sarana produksi untuk menghasilkan produk dengan mutu konsisten dan harga kompetitif.
b. Menjadikan SBU sebagai pusat kegiatan proyek agribisnis :
- Memanfaatkan aset secara optimal.
- Menjadikan SBU sebagai sarana pusat pelayanan pertanian terpadu dan pusat informasi pertanian.
1.4. Restrukturisasi organisasi dan SDM
a. Struktur organisasi SDM yang mendukung kelancaran operasional struktur usaha yang ada berdasarkan bisnis mapping.
- Penataan kembali struktur organisasi dan tata kerja seluruh unit kerja berdasarkan kemampuan masingmasinag.
- Penyempurnaan struktur organisasi agar tugas dan fungsi karyawan sesuai perkembangan usaha.
- Penekanan kembali Prosedur Operasi Standar.
b. Kualitas SDM yang memadai :
- Penyempurmaan sistem produktivitas kerja pegawai kearah profesionalisme dan peningkatan budaya kerja.
- Penerapan career planning.
- Peningkatkan kesejahteraan pegawai melalui merit system
- Membangun tenaga fungsional
- Penataan Pendidikan dan Pelatihan
- Penerapan reward and punishment
c. Menyesuaikan jumlah SDM dengan kebutuhan :
- Analisis kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerja
- Reposisi SDM secara proporsional dan rasional
d. Meningkatkan efektifitas pengawasan :
- Penyempurmaan sistem evaluasi setiap kegiatan yang mencakup produktifitas, efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya perusahaan.
- Melakukan Swot Analisis secara periodik.

