Tahap Proses Transformasi
Tahap Proses Transformasi (2007–2008)
2.1.Bidang Produksi
Benih Hortikultura :
- Meremajakan dan memberdayakan peralatan teknis baik di kebun, pengolahan dan laboratorium.
- Peningkatan efisiensi pada proses pengolahan.
- Investasi pengadaan alat-alat dan mesin pengolahan untuk menunjang peningkatan kapasitas produksi.
- Menyusun Standar Operasional kegiatan usaha benih hortikultura.
- Menerapkan standar baku dalam seluruh proses produksi, pengolahan, pengemasan, penyimpanan dan pendistribusian benih hortikultura di SBU Banten.
- Menerapkan pengawasan mutu benih internal yang melibatkan petugas pengolahan, pengemasan dan penyimpanan benih hortikultura.
- Meningkatkan hubungan dengan penangkar yang ada dan menambah jumlah penangkar di SBU Mandalawangi, Tapos, dan Cihideung Banten.
- Mensain ulang gudang pengolahan di Mandalawangi, Tapos, dan Cihideung Banten menjadi tempat pengolahan, pengemasan, penyimpanan, laboratorium standar dan ruang kantor secara terpadu menuju profesionalisme dan menuju akreditasi pengawasan mutu benih mandiri.
- Pemupukan organik (pupuk kandang) dengan dosis 3 ton/ha terhadap kebun hortikultura di Mandalawangi secara bertahap tekstur dan struktur tanah mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura.
- Mengendalikan harga pokok produksi yang efisien melalui penerapan Keunggulan Biaya Menyeluruh (KBM) untuk produksi bibit open pollianted hingga menunjang harga jual bibit yang kompetitif.
- Impor bibit dilakukan secara selektif hanya bibit yang masuk dalam Lini Utama pengembangan varietas baru dan tidak dapat diproduksi di dalam negeri.
Usaha Kemitraan :
- Penyusunan standar operasional hasil pembibitan.
- Memperluas jaringan pemasok untuk di jadikan mitra.
- Menata jaringan pemasaran produk kemitraan.
- Menyiapkan produk yang mempunyai daya saing jual dengan harga yang kompetitif.
- Mendesain produk untuk varietas unggul terbaru secara bertahap.
Benih Hortikultura :
- Aplikasi pemetaan pasar dalam meningkatkan pemasaran produk perusahaan.
- Meningkatkan efisiensi dalam bidang distribusi dengan cara menekan ongkos angkut
- Diskusi TEMU BISNIS antara PT.GHMS dengan para penyalur guna membina hubungan yang lebih baik.
- Menyediakan tenaga teknis di lapangan (tenaga agronomis) untuk Training Teknologi dalam pemasaran produk ke petani.
- Merencanakan Campaign Strategy dan bentuk promosi lainnya untuk menunjang pemasaran, terutama untuk komoditi baru yang akan dilepas di pasar.
- Melaksanakan pemetaan dan survey pasar untuk mengetahui posisi produk di pasar sehingga dapat memformulasikan strategi yang hendak dilakukan untuk penetrasi pasar.
- Memusatkan pemasaran terhadap varietas unggul dan diminati oleh pasar
- Mencari daerah pemasaran baru.
- Mengadakan perjanjian kerjasama baru dengan calon mitra strategis untuk pengembangan pemasaran PT.GHMS.
- Mengadakan kerjasama strategis dengan lembaga penelitian dan
Benih Hortikultura :
-
- Melanjutkan pembinaan terhadap penyalur yang ada dan menambah penyalur baru baik pada daerah sentra maupun daerah pengembangan yang belum ada penyalur dengan memanfaatkan kelompok tani atau pendeder benih.
- Melakukan kegiatan promosi langsung melalui penyajian informasi produk dan kunjungan ke kelompok tani.
- Melaksanakan demontrasi plot sekaligus pelaksanaan uji multilokasi terhadap varietas unggulan baru
- Melaksanakan Hari Temu Lapang secara terencana.
- Ujicoba pemasaran benih hortikultura melalui Mail Order Marketing berkerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman.
- Mengusulkan dan operasional Unit Bisnis Strategi (UBS) Hortikultura.

